Dongeng
dan Jenis-jenisnya
Dongeng adalah cerita yang biasanya tidak benar-benar terjadi, tetapi dibuat
untuk menghibur, memberikan pelajaran, atau
menyampaikan pesan moral. Dongeng sering diceritakan secara
turun-temurun dari orang tua kepada anak-anak.
Unsur-Unsur
Dongeng
Dongeng, sama seperti
cerita lainnya, memiliki unsur-unsur pembentuk. Unsur ini membantu kita
memahami isi cerita dengan lebih baik.
1. Tokoh
Adalah pelaku dalam
dongeng. Tokoh bisa manusia, hewan, atau makhluk lain yang berperilaku seperti
manusia.
·
Contoh: Kancil dalam Kancil dan Buaya, Bawang Putih dalam Bawang Merah dan Bawang Putih.
2. Watak Tokoh
Sifat atau karakter
tokoh dalam cerita.
·
Ada tokoh baik (protagonis), tokoh jahat
(antagonis), dan tokoh tambahan.
·
Contoh: Kancil yang cerdik, Buaya yang mudah
tertipu.
3. Alur (Jalan
Cerita)
Rangkaian peristiwa
dari awal sampai akhir cerita.
·
Biasanya dimulai dengan pengenalan tokoh,
masalah, puncak masalah, lalu penyelesaian.
4. Latar (Setting)
Tempat, waktu, dan
suasana terjadinya cerita.
·
Contoh: hutan, kerajaan, desa, siang hari,
suasana sedih, suasana gembira.
5. Amanat (Pesan
Moral)
Pesan atau
pelajaran yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar.
·
Contoh: Jangan sombong, rajinlah bekerja,
hormati orang tua, jangan mudah tertipu.
6. Tema
Gagasan utama yang
mendasari cerita.
·
Contoh: kepandaian, kejujuran, asal-usul,
persahabatan, keberanian.
Jenis-jenis
Dongeng
1.
Fabel
o Dongeng
yang tokohnya adalah hewan, tetapi
bisa berbicara dan berperilaku seperti manusia.
o Contoh: Kancil
Mencuri Timun, Kura-kura dan Kelinci.
2.
Legenda
o Dongeng
yang menceritakan asal-usul suatu tempat,
benda, atau kejadian alam.
o Contoh: Legenda
Danau Toba, Asal-usul Gunung Tangkuban
Perahu.
3.
Mite (Mitos)
o Dongeng
yang berhubungan dengan hal-hal gaib,
dewa-dewi, atau kepercayaan masyarakat.
o Contoh: Nyi Roro Kidul, Dewi Sri.
4.
Sage
o Dongeng
yang menceritakan kepahlawanan atau
sejarah masa lalu, walaupun tidak semuanya benar-benar nyata.
o Contoh: Cerita tentang Lutung Kasarung, Ciung Wanara.
Contoh Ringkas
Dongeng Fabel
"Kelinci dan Kura-kura"
Dikisahkan seekor kelinci sangat sombong karena merasa paling cepat berlari. Ia
menantang kura-kura yang jalannya lambat untuk berlomba. Saat lomba dimulai,
kelinci berlari cepat lalu berhenti dan tertidur karena terlalu percaya diri.
Sementara itu, kura-kura berjalan pelan tetapiterus maju tanpa berhenti.
Akhirnya, kura-kura berhasil sampai di garis akhir lebih dulu.
Pesan moral: Jangan sombong, dan
teruslah berusaha dengan tekun meskipun langkahmu kecil.
0 Komentar