Bukittinggi Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam untuk Kepala Sekolah dan Guru SD

 

Bukittinggi Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam untuk Kepala Sekolah dan Guru SD

Bukittinggi, 11–13 November 2025, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan dengan menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi seluruh kepala sekolah dan guru SD se-Kota Bukittinggi. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan dibuka dengan arahan dari Kabid Bapak Hendri serta Kadis Bapak Herriman .

Pada hari pertama, narasumber Bapak Metrianis, Pengawas SD Kota Bukittinggi, menyampaikan materi tentang Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset) dan kerangka dasar Pembelajaran Mendalam. Ia memaparkan kondisi kelas yang masih menghadapi tantangan, seperti siswa yang malu tampil dan kurang berani berpikir kritis. Karena itu, guru dianjurkan menghidupkan komunitas belajar sebagai wadah untuk menumbuhkan keberanian dan budaya reflektif di sekolah .

Bapak Metrianis menekankan bahwa kesalahan adalah bagian alami dari proses belajar, dan penting bagi guru untuk memberikan pujian proses agar murid lebih percaya diri. Ia juga mengenalkan konsep The Power of Yet serta peta pikiran sebagai strategi efektif dalam pembelajaran sehari-hari.

Pada sesi kedua, Bapak Ahmad Fauzi,  memaparkan modul lengkap tentang perbedaan Pola Pikir Tetap dan Pola Pikir Bertumbuh, serta bagaimana PPB menjadi fondasi untuk menuju pembelajaran mendalam. Ia menjelaskan bahwa pola pikir yang tepat dapat membantu murid lebih siap menghadapi tantangan dan mengembangkan kompetensi seperti kreativitas, komunikasi, dan penalaran kritis yang dibutuhkan abad 21 .

Memasuki hari kedua, Bapak Ahmad Fauzi kembali mengisi sesi utama yang membahas Dimensi Profil Lulusan (DPL) sebagai tujuan utama proses pendidikan. Guru diperkenalkan pada desain pembelajaran yang mencakup identifikasi tujuan, pengalaman belajar, hingga asesmen yang bermakna. Ia menekankan bahwa guru berperan sebagai aktivator pembelajaran sekaligus pengembang budaya belajar di sekolah .

Sesi berikutnya menghadirkan narasumber Ibuk Iin Fekasuri, yang memperjelas perbedaan antara asesmen dan evaluasi. Ia menyampaikan bahwa asesmen tidak hanya mengukur hasil, tetapi juga memantau perkembangan siswa sepanjang proses belajar. Asesmen formatif dan sumatif dijelaskan sebagai dua jenis asesmen yang harus digunakan secara tepat untuk memberikan umpan balik autentik dan komprehensif kepada murid .

Hari terakhir workshop menjadi sesi yang paling dinanti karena menghadirkan praktik langsung berbagai model pembelajaran mendalam. Ibuk Adilla Yussianne dan Bapak Ahmad Fauzi memperkenalkan model-model seperti Discovery Learning, Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Product-Based Training, dan Inquiry Learning sebagai strategi untuk mendorong siswa lebih aktif, kreatif, dan kritis dalam belajar. Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, beberapa guru terpilih melakukan microteaching di hadapan peserta workshop lainnya.

Microteaching ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta karena memberikan gambaran nyata tentang bagaimana pembelajaran mendalam dapat diterapkan di kelas. Banyak guru mengaku mendapatkan inspirasi dan ide baru yang langsung dapat mereka adaptasi dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.

Sesi penutup yang dibawakan oleh Ibuk Adilla Yussianne mengangkat tema Inkuiri Kolaboratif. Guru dilatih untuk bekerja sama dalam menganalisis tantangan pembelajaran di sekolah dengan menggunakan siklus ADIM—Assess, Design, Implement, Measure, Reflect, and Change—sebagai langkah perbaikan berkelanjutan dalam menerapkan pembelajaran mendalam di kelas mereka .

Workshop tiga hari ini tidak hanya memperkuat wawasan teoretis, tetapi juga memberikan ruang praktik nyata bagi para guru. Melalui pemahaman pola pikir bertumbuh, desain pembelajaran berbasis pengalaman, asesmen autentik, serta praktik microteaching, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Kota Bukittinggi.

 


Posting Komentar

0 Komentar