Ratap Singkat Ranah Minang
Hujan turun tanpa henti,
membawa bukit yang runtuh dalam sunyi.
Ranah Minang basah oleh duka,
rumah, jalan, dan mimpi ikut hanyut bersama.
Di antara lumpur dan angin yang pilu,
ada nama-nama yang tak lagi menjawab panggilan waktu.
Namun di balik gelap yang menutup hari,
kita percaya
setitik cahaya akan kembali berdiri.

0 Komentar