Asal Usul Danau Maninjau
(Cerita rakyat dari Sumatera
Barat)
Dahulu kala, di sebuah desa di Kabupaten Agam,
Sumatera Barat, hiduplah sepuluh
bersaudara yang dikenal baik hati. Anak bungsu mereka bernama Bujang Sembilan. Ia sangat tampan
dan jujur, sehingga disayangi oleh penduduk desa.
Namun, kehidupan mereka mulai berubah karena fitnah.
Suatu hari, ada seorang gadis yang menuduh Bujang Sembilan berbuat jahat
padanya. Padahal, tuduhan itu tidak benar sama sekali. Meskipun Bujang Sembilan
sudah bersumpah bahwa ia tidak bersalah, orang-orang di desa tetap tidak
percaya.
Karena ingin membuktikan kebenaran ucapannya,
Bujang Sembilan berkata,
“Jika aku bersalah, biarlah gunung ini meletus dan menenggelamkan kami. Tapi
kalau aku tidak bersalah, biarlah gunung ini berubah menjadi danau.”
Tak lama setelah ia mengucapkan sumpah itu, gunung tempat mereka tinggal meletus dengan dahsyat!
Api dan abu keluar dari kawah, disusul suara gemuruh yang sangat keras.
Setelah itu, tempat itu perlahan-lahan terisi air dan berubah menjadi sebuah danau yang indah.
Danau itu kemudian diberi nama DanauManinjau, yang berarti “melihat dari atas”, karena danau ini
terlihat indah jika dipandang dari ketinggian.
Pesan moral:
Jangan mudah percaya pada fitnah, dan jangan
menuduh orang tanpa bukti. Kebenaran pasti akan terlihat pada akhirnya.
0 Komentar