Si Kura-Kura yang Pantang
Menyerah
Di sebuah hutan yang rindang, hiduplah seekor
kura-kura kecil bernama Tutu. Tutu terkenal lambat, tapi ia
selalu berusaha keras dalam setiap hal yang ia lakukan.
Suatu hari, para hewan di hutan mengadakan lomba lari.
Semua peserta tampak bersemangat, terutama Kiko si kelinci, yang terkenal
paling cepat.
“Hei, Tutu! Kamu ikut lomba juga?” tanya Kiko
sambil tertawa.
“Iya, aku mau mencoba,” jawab Tutu dengan tenang.
“Ha! Kamu lambat sekali. Mana mungkin kamu bisa menang!” ejek Kiko sambil
meloncat-loncat.
Meski diejek, Tutu tetap bertekad ikut lomba.
Ketika lomba dimulai, Kiko langsung berlari kencang meninggalkan semua peserta.
Sementara itu, Tutu berjalan pelan tapi pasti.
Di tengah perjalanan, Kiko merasa sombong.
“Ah, kura-kura itu masih jauh di belakang. Aku istirahat sebentar juga tak
apa,” katanya sambil berbaring di bawah pohon.
Tanpa sadar, Kiko pun tertidur lelap.
Sementara itu, Tutu terus berjalan pelan,
langkah demi langkah. Ia lelah, tapi tidak berhenti.
“Aku harus terus maju,” gumamnya sambil tersenyum.
Saat Kiko terbangun, matahari sudah tinggi. Ia
kaget melihat Tutu hampir mencapai garis akhir!
Kiko berlari secepat mungkin, tapi sudah terlambat.
Tutu tiba di garis finis lebih dulu.
Semua hewan bersorak, “Horeee! Tutu menang!”
Kiko menunduk malu. “Maaf, Tutu. Aku terlalu
sombong.”
Tutu tersenyum, “Tidak apa-apa, Kiko. Yang penting, jangan menyerah dan jangan
meremehkan siapa pun.”
Pesan Moral:
Jangan sombong dan jangan mudah menyerah.
Ketekunan dan semangat bisa mengalahkan kecepatan dan kesombongan.

0 Komentar